Cari

MAQOMUL IMAM; 7 PERSINGGAHAN PARA PEMIMPIN

Tuesday, 14 April 2015



Abu Adlan Faatih

Di atas bumi ini kita harus melalui tantangan. Pertarungan demi pertarungan harus kita lewati. Karena yang kita cari adalah kemenangan. Peta hidup seorang muslim harus berakhir pada kemenangan. Kemuliaan hidup di atas islam, dan kematian mulia di bawah kilauan pedang jihad.
Karena itu ada dua cita-cita kemuliaan bagi seorang muslim. Cita-cita pertama adalah syurga. Hidup untuk mengabdikan diri kepada-Nya. Tunduk dan patuh di atas perintah dan larangannya. Mempersembahkan hal terbaik untuk menjadi seorang hamba. Sebagaimana seorang budak kepada tuannya. Menghabiskan waktu untuk bermunajat kepada-Nya. Meletihkan badan, melelahkan raga untuk mencari keridhaan-Nya semata.

QUM, AYUHAA ASY-SYABAAB!

Friday, 20 February 2015

(Bangkitlah wahai Pemuda)




Berkata Ibnu Abbas : “ Tak ada seorang nabipun yang diutus Allah, melainkan ia (dipilih) dari kalangan pemuda saja (yakni 30-40 tahun). Begitu pula tidak seorang ‘alim pun yang diberi ilmu, melainkan ia dari kalangan pemuda”.


            Setiap gerakan yang ada, memiliki fokus tujuan masing-masing. Setiap lembaga mempunyai arah dan kompas yang membimbing mereka sampai pada titik akhir perjuangannya. Tanpa misi serta visi yang jelas, sebuah lembaga akan menjadi (laksana) kapal tanpa tujuan. Kapal itu hanya akan terus terombang-ambing di tengah arus dan gelombang laut. Jika nahkoda dan para awaknya hanya menikmati ayunan gelombang itu, suatu saat mereka akan sadar bahwa tidak selamanya gelombang laut itu tenang. Suatu waktu akan ada badai, dan hempasan angin yang akan membuat kapal karam dan tenggelam.

BERAWAL DARI KETIDAKADILAN

Thursday, 19 February 2015


Abu Adlan Faatih


Salah satu ajaran penting setiap agama adalah larangan berbuat zalim. Wujud kezaliman beraneka ragam, mulai dari perkataan menyakitkan, perbuatan melukai orang, dan perilaku negatif seperti sabotase, curang, menipu, mengurangi timbangan, tidak amanah, korupsi, serta kolusi. Dalam perspektif islam sendiri, kezaliman memiliki defenisi yang begitu luas. Menurut para ulama, kezaliman terbagai menjadi dua jenis.
 

Iklan Buku

Followers

Bincang-Bincang