Cari

3 EPISODE TAUHID (2-Habis)

Wednesday, 22 October 2014



Memanfaatkan Momentum
Penduduk Babilonia memiliki tradisi, setiap tahunnya mereka keluar kota beramai-ramai pada suatu hari raya yang mereka anggap sebagai hari keramat. Berkemah dan membawa perbekalan untuk beberapa hari. Mereka bersuka ria dan bersenang-senang sambil meninggalkan kota-kota mereka kosong dan sunyi. Mereka berseru dan mengajak semua penduduk agar keluar meninggalkan rumah dan turut beramai -ramai menghormati hari-hari suci itu.
"Inilah dia kesempatan yang kunantikan." kata hati Ibrahim tatkala melihat kota sudah kosong dari penduduknya, sunyi senyap tidak terdengar kecuali suara burung-burung yang berkicau, suara daun-daun pohon yang gemerisik ditiup angin kencang. Dengan membawa sebuah kapak ditangannya ia pergi menuju tempat beribadatan kaumnya yang sudah ditinggalkan tanpa penjaga, tanpa juru kunci dan hanya deretan patung-patung yang terlihat diserambi tempat peribadatan itu. Dihancurkannya patung-patung dengan kapak yang berada di tangannya. Dan beliau meningglkan Patung yang besar secara utuh. Pada lehernya, Ibrahim mengalungkan kapak.

3 EPISODE TAUHID (1)

Friday, 3 October 2014



Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan).    (QS : An-Nahl : 120)

Ibrahim ‘Alalihissalam, sosok teladan yang sempurna, Bapak para Nabi sekaligus Khalilurrahman (Kekasih Ar-Rahman). Allah berulang kali memujinya dalam Al-Qur’an dan menyatakan Nabi Ibrahim sebagai orang yang tidak mempersekutukan Allah, orang yang bersyukur, orang pilihan Allah, dan telah ditunjuki jalan yang lurus, diberi kebaikan di dunia, serta termasuk orang shaleh di akhirat kelak (surah Al-Baqarah, An-Nahl, Maryam, dll). Bahkan dalam Al-Qur’an Allah bersabda “Dan bacakanlah kepada mereka kisah Ibrahim (QS : Asy-Syuaraa: 69)”. Menunjukkan bahwa dalam setiap episode kisah yang telah Allah dan RasulNya ceritakan tentang Nabi Ibrahim selalu mengandung hikmah besar yang dapat dijadikan ibrah dalam kehidupan manusia.

SEKULARISME DAN PENGARUHNYA

Sunday, 24 August 2014



Banyak cendekiawan merumuskan bahwa agama merupakan unsur pokok dalam suatu peradaban (civilization). Agama, kata mereka, adalah faktor terpenting yang menentukan karakteristik suatu peradaban. Sebab itu, Bernard Lewis, menyebut peradaban Barat  dengan sebutan “Christian Civilization”, dengan unsur utama agama Kristen. Samuel P. Huntington juga menulis: “Religion is a central defining characteristic of civilizations.” Menurut Christopher Dawson, “The great religions are the foundations of which the great civilizations rest.” Di antara empat peradaban besar yang masih eksis – Islam, Barat, India, dan Cina, menurut Huntington, terkait dengan agama Islam, Kristen, Hindu, dan Konghucu[1].
Dalam tradisi peradaban Mesir Kuno, agama menempati peranan yang sangat penting: “Religion was omnipresent in Egyptian life and accounted for the outstanding achievements of Egyptian civilization. Religious beliefs were the basis of Egyptian art, medicine, astronomy,literature, and government[2].
Berangkat dari pentingnya peranan agama dalam suatu peradaban, tanda-tanda kehancuran suatu peradaban dapat dilihat sejauh mana unsur utama (agama) dalam peradaban tersebut tetap terpelihara dengan baik. Jika agama yang menjadi pondasi utama peradaban itu sudah rusak, maka dapat diartikan, peradaban itu telah mengalami satu perubahan yang signifikan. Mungkin peradaban itu tinggal hanya nama. Tetapi, hakikatnya, peradaban tersebut sudah rusak atau sudah hancur.

 

Iklan Buku

Followers

Bincang-Bincang