Cari

SAINS BERBASIS TAUHID

Thursday, 20 August 2015




Dalam satu kuliahnya, Dr. Abbas Mansur Tamam menjelaskan bagaimana respon intelektual muslim menghadapi hegemoni ilmu yang lahir dari peradaban barat. Bahwa antara Islam dan barat ada demarkasi sistem keilmuwan yang berbeda terkait dengan filosofi, pandangan dan kebudayaan yang melahirkan ilmu pengetahuan.
Dalam buku The Postmodern Condition: a Report on Knowledge yang ditulis Jean Francis Lyotard, mengungkapakan pemikirannya tentang kedudukan ilmu pengetahuan pada abad ini, khususnya tentang cara ilmu diabsahkan melalui “naratif besar” (grand narrative) seperti kebebasan, kemajuan dan emansipasi. Naratif besar menurutnya telah mengalami nasib yang sama dengan naratif-naratif besar sebelumnya seperti agama, negara bangsa, dan kepercayaan tentang keunggulan barat. Dengan kata lain, dalam abad ilmiah ini, naratif-naratif besar itu dipersoalkan tentang peranan dan tahap keshahihannya[1].

TAUHID; ASAS PERADABAN ISLAM

Tuesday, 18 August 2015


Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. 
(QS. An-Nur: 55)

Islam yang diturunkan sebagai dÊn, sejatinya telah memiliki konsep seminalnya sebagai peradaban. Sebab kata dÊn itu sendiri telah membawa makna keberhutangan, susunan kekuasaan, struktur hukum, dan kecenderungan manusia untuk membentuk masyarakat yang mentaati hukum dan mencari pemerintah yang adil.[1] Artinya dalam istilah dÊn itu tersembunyi suatu sistem kehidupan. Oleh sebab itu ketika dÊn (agama) Allah yang bernama Islam itu telah disempurnakan dan dilaksanakan di suatu tempat, maka tempat itu diberi nama MadÊnah.[2] Dari akar kata dÊn dan MadÊnah ini lalu dibentuk akar kata baru madana, yang berarti membangun, mendirikan kota, memajukan, memurnikan dan memartabatkan.[3]

ALHAMDULILLAH, PARADE TAUHID BERHASIL SATUKAN UMAT

Sunday, 16 August 2015


Al-Qolam(16/815)-Dalam tulisan yang sebelumnya, Penulis telah mengungkapkan ada tiga alasan, mengapa #ParadeTauhid harus didukung. Sebenarnya, pelaksanaan Parade ini bukanlah hal yang mudah. Sebab telah banyak beredar isu yang menyebutkan bahwa Parade tauhid tidak boleh diikuti. Entah alasan bid’ah, bergabung dengan harakiyyin hizbiyyin, tasyabbuh bil kufffar, memperingati ulang tahun dan lain-lain.
Akan tetapi, Alhamdulillah di atas semua itu, Parade tauhid berhasil dilaksanakan. Bahkan di luar dugaan. Jumlah peserta yang awalnya hanya diprediksi ribuan meledak menjadi ratusan ribu, kata Ust. Haikal Hasan selaku Ketua Panitia.
 

Iklan Buku

Followers

Bincang-Bincang