Cari

JADILAH SEPERTI HAJAR !

Monday, 10 August 2015





Abu Adlan Faatih[1]


Bagi seorang da’i, hidup adalah perjuangan. Meniti jejak para Rasul yang berjuang menegakkan agama. Konsekuensinya tidak mudah. Ada banyak godaan yang akan menghampiri. Hidup serba hemat, atau bahkan kekurangan.
Satu hal yang tidak mudah adalah meninggalkan istri dan anak-anak. Pasalnya, seorang da’i memiliki amanah untuk anak dan istrinya. Ia wajib memberikan perlindungan dan nafkah lahir batin bagi mereka. Akan tetapi, bagaimana jika ia mendapat amanah untuk menjadi da’i pedalaman ?. Semua itu tentu haruslah ditinggalkan.

4 SYARAT HIDAYAH AL-QUR’AN MENURUT IBNUL QAYYIM

Tuesday, 21 July 2015



Abu Adlan Faatih


Al-Qur’an adalah kitab petunjuk. Di dalamnya ada kunci-kunci hidup, dan fakta-fakta akhirat. Siapa yang tidak berpegang padanya, maka akan rubuh semua keyakinan yang bereka bangun. Setiap ilmu yang tidak menjadikan Qur’an sebagai dasar pijakan, akan menjadi liar dan hanya berisi spekulasi-spekulasi filosofis yang terus akan dipertentangkan kebenarannya.
Puncak ilmu adalah al-Qur’an. Karena setiap ilmu diatur dalam derajat dan tingkatan sesuai dengan tingkatan kemuliaan objek yang dipelajarinya. Ilmu Kedokteran banyak dibutuhkan, karena objeknya adalah kesehatan, dan kesehatan adalah hal yang penting bagi individu dan masyarakat. Ilmu Sains dan teknologi juga dianggap penting, karena dengannya peradaban manusia berkembang dan menjadi tonggak pembangunan kemajuan fisik dan pembangunan bangsa.

1 SYAWAL; DAHULUKAN PERBEDAAN ATAU UTAMAKAN PERSATUAN?

Thursday, 16 July 2015



Abu Adlan Faatih

Menghargai perbedaan adalah hal yang juga merupakan sikap yang baik dalam perpektif heterogenitas masyarakat Indonesia. Sama halnya dengan mengutamakan persatuan dalam konsep dan perspektif sosial pula. Namun kali ini, Penulis ingin mengetengahkan ide dalam menyikapi perbedaan yang selalu menjadi kontroversi dalam beberapa kasus. Termasuk dalam hal penetapan Hari Raya Iedul Fitri umat islam.
 

Iklan Buku

Followers

Bincang-Bincang