Cari

VALENTINE'S DAY DALAM SOROTAN

Friday, 6 February 2015



Abu Fath el_Faatih



Mukadimah
Banyak kalangan pasti sudah mengenal hari valentine (Bahasa Inggris: Valentine’s Day). Hari tersebut dirayakan sebagai suatu perwujudan cinta kasih seseorang. Perwujudan yang bukan hanya untuk sepasang muda-mudi yang sedang jatuh cinta. Namun, hari tersebut memiliki makna yang lebih luas lagi. Di antaranya kasih sayang antara sesama, pasangan suami-istri, orang tua-anak, kakak-adik dan lainnya. Sehingga valentine’s day biasa disebut pula dengan hari kasih sayang.

Sejarah Valentine
The World Book Encyclopedia, Vol.20 menyebutkan:
“Some trace it ti an ancient roman festival called Lupercalia. Other experts connect the event with one or more saints early Christian Church. Still others link it with an old English belief that birds choose their mates on february 14. Valentine’s day probably came from a combination of all three of those sources-plus the belief that spring is a time for levers”

SARJANAWAN, KAMPUS DAN BUDAYA ILMU

Saturday, 17 January 2015


 
Syamsuar Hamka[1]

Kampus memiliki peran strategis dalam pembangunan bangsa. Takdir[2] kehidupan jutaan umat manusia dapat dirubah lewat peran dari institusi-institusi keilmuwan. Dari Hukum Gerak, Hukum Gravitasi, hingga teori partikel elementer yang dikembangkan dari Democritus hingga Feynman, paradigma kehidupan jutaan bahkan milyaran umat manusia menjadi berubah. Michael H. Hart dalam penelitiannya terhadap kurang lebih 20 Ribu tokoh berpengaruh, dengan berani mengurut 100 tokoh diantaranya dengan acuan “seberapa berpengaruh”. Hasilnya buku 100 The Most Influence people in History[3] begitu diminati dan (seakan-akan) mampu menembus batas-batas kepercayaan. Dari 100 tokoh itu, Ia mengaku bahwa 95 % diantaranya adalah akademisi yang belajar di universitas, sekolah, atau institusi sebelum nama ‘sekolah’ dikenal seperti zaman Hommer atau Fir’aun.

MEMBANGUN KETAHANAN NASIONAL

Wednesday, 19 November 2014



Abu Adlan Faatih


Dalam orientasi dan Pembekalan Peserta Program Kaderisasi Ulama DDII-BAZNAS di Ciawi, Bogor, KH Syuhada Bahri menuturkan bahwa, “ada empat orang penggagas Organisasi Kesatuan Islam (OKI) dari beberapa negara Islam. Raja Faishal dan Syaikh Bin Baz dari Saudi Arabia, Abu Hasan An-Nadawi dari India, dan Abul A’la al-Maududi di Pakistan, dan Dr. Mohammad Natsir, dari Indonesia”. Saya merasa terkejut, bahwa ternyata seorang tokoh dunia yang sudah berpikir bagaiamana mengembangkan dan mempersatukan dakwah Islam di tingkat dunia sudah diinisiasi oleh Dr. Mohammad Natsir. Dan ternyata jika ditelusuri, seorang tokoh Mohammad Natsir, tentu tidak lahir begitu saja. Proses itu sudah dimulai dari masuknya Islam di Indonesia. Abad ketujuh Masehi, dalam teori yang dikemukakan HAMKA.
 

Iklan Buku

Followers

Bincang-Bincang