Cari

3 EPISODE TAUHID (1)

Friday, 3 October 2014



Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan).    (QS : An-Nahl : 120)

Ibrahim ‘Alalihissalam, sosok teladan yang sempurna, Bapak para Nabi sekaligus Khalilurrahman (Kekasih Ar-Rahman). Allah berulang kali memujinya dalam Al-Qur’an dan menyatakan Nabi Ibrahim sebagai orang yang tidak mempersekutukan Allah, orang yang bersyukur, orang pilihan Allah, dan telah ditunjuki jalan yang lurus, diberi kebaikan di dunia, serta termasuk orang shaleh di akhirat kelak (surah Al-Baqarah, An-Nahl, Maryam, dll). Bahkan dalam Al-Qur’an Allah bersabda “Dan bacakanlah kepada mereka kisah Ibrahim (QS : Asy-Syuaraa: 69)”. Menunjukkan bahwa dalam setiap episode kisah yang telah Allah dan RasulNya ceritakan tentang Nabi Ibrahim selalu mengandung hikmah besar yang dapat dijadikan ibrah dalam kehidupan manusia.

SEKULARISME DAN PENGARUHNYA

Sunday, 24 August 2014



Banyak cendekiawan merumuskan bahwa agama merupakan unsur pokok dalam suatu peradaban (civilization). Agama, kata mereka, adalah faktor terpenting yang menentukan karakteristik suatu peradaban. Sebab itu, Bernard Lewis, menyebut peradaban Barat  dengan sebutan “Christian Civilization”, dengan unsur utama agama Kristen. Samuel P. Huntington juga menulis: “Religion is a central defining characteristic of civilizations.” Menurut Christopher Dawson, “The great religions are the foundations of which the great civilizations rest.” Di antara empat peradaban besar yang masih eksis – Islam, Barat, India, dan Cina, menurut Huntington, terkait dengan agama Islam, Kristen, Hindu, dan Konghucu[1].
Dalam tradisi peradaban Mesir Kuno, agama menempati peranan yang sangat penting: “Religion was omnipresent in Egyptian life and accounted for the outstanding achievements of Egyptian civilization. Religious beliefs were the basis of Egyptian art, medicine, astronomy,literature, and government[2].
Berangkat dari pentingnya peranan agama dalam suatu peradaban, tanda-tanda kehancuran suatu peradaban dapat dilihat sejauh mana unsur utama (agama) dalam peradaban tersebut tetap terpelihara dengan baik. Jika agama yang menjadi pondasi utama peradaban itu sudah rusak, maka dapat diartikan, peradaban itu telah mengalami satu perubahan yang signifikan. Mungkin peradaban itu tinggal hanya nama. Tetapi, hakikatnya, peradaban tersebut sudah rusak atau sudah hancur.

SPIRIT PETUALANGAN PHINISI; Inspirasi Kebangkitan Pemuda dari Pelaut Bugis-Makassar

Wednesday, 9 July 2014


Pelaut Ulung Tidak Lahir di laut yang Tenang
(Anonim)


Berenang di luasnya lautan sejarah sama halnya menyelami samudera hikmah. Membuka lembaran buku sejarah sama halnya membuka lipatan-lipatan kitab suci usang yang berisi ayat-ayat pusaka. Karena itu, Anda yang bingung dengan jati diri, tak perlu bimbang mencari panutan di tengah ironi zaman. Silakan mengkaji kembali kisah-kisah inspiratif masa lalu. Di sana anda akan mendapatkan semangat yang menggugah. Renungi dan pikirkan, maka anda akan mewarisi kristal yang jauh lebih mahal dari berlian dan emas permata, dialah kristal nilai falsafah yang lahir dari jati diri yang tangguh. Spirit keberanian dalam berbuat dan berkarya dalam keabadian. Dialah, spirit petualang pelaut phinisi. Perahu tradisional etnis Bugis-Makassar. Berbahan baku kayu kualitas tinggi yang digunakan sebagai alat transportasi laut, angkutan niaga dan sarana perang laut. Phinisi terbukti tangguh mengarungi samudera dan melintas benua sejak berabad-abad lalu, sehingga etnis Bugis-Makassar terkenal sebagai pelaut ulung. Kualitas hidupnya tercermin dalam prinsip sekali layar terkembang, pantang biduk surut ke pantai. Semboyan ini sepadan dalam bahasa makassar, kualleangangi tallanga natoalia.

 

Iklan Buku

Followers

Bincang-Bincang